Sirup Asam
Jumat, 31 Oktober 2014
Stabilitas Asam Askorbat
Sebagian besar
vitamin yang larut dalam air ternyata kurang stabil dalam larutan, sedangkan
vitamin – vitamin yang larut dalam lemak pada umumnya lebih stabil dalam
larutan. Asam askorbat sangat sensitif tehadap pengaruh – pengaruh luar yang
menyebabkan kerusakan seperti: suhu, konsentrasi gula dan garam, ph, oksigen,
dan enzim. Karena begitu banyak faktor yang berperan dalam stabilitas asam
askorbat, maka mekanisme perubahan dari asam askorbat sulit untuk dipelajari
secara konkrit dan pasti.
Total Asam
Jenis asam banyak ditemukan
pada beberapa tanaman, terutama tanaman buah-buahan. Asam-asam terdapat dalam
jumlah kecil dan merupakan hasil antara
(intermediete) dalam metabolisme
yaitu dalam siklus kreb (siklus asam trikarboksilat),
siklus asam glioksilat, dan siklus asam okikimat. Rasa asam yang ada juga dapat
disebabkan oleh adanya vitamin C.
Gula
Gula untuk industri-industri
makanan biasanya digunakan sukrosa dalam bentuk kristal dan dalam jumlah yang
banyak digunakan dalam bentuk cairan sukrosa (sirup). Pada pembuatan sirup gula
pasir (sukrosa) dilarutkan dalam air dan dipanaskan, sebagian sukrusa akan
terurai menjadi glukosa dan sukrosa disebut gula invert. (Desrosier, N.W, 1988).
Apabila gula ditambahkan
kedalam bahan makanan dalam konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 49%)
padatan terlarut sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk
pertumbuhan mikroorganisme dan aktifitas air (aw) dari produk. Sedangkan
konsentrasi mencapai (65%) gula, menyebabkan sel-sel mikroorganisme yang
terdapat dalam bahan pangan akan mengalami dehidrasi atau plasmolisis. (Buckle,
K.A, 1987).
Mekanisme gula sebagai bahan
pengawet yaitu menghasilkan tekanan osmosis yang tinggi sehingga cairan sel
mikroorganisme terserap keluar, akibatnya menghambat sitoplasma menurun
sehingga menjadi plasmosilis yang menyebabkan kematian sel. (Winarno, 1983).
Kandungan Vitamin C
Cara
analisa vitamin C (titrasi yodium)
a.
Timbang 200 – 300 g bahan dan hancurkan dalam Waring blender sampai diperoleh slurry. Timbang 10 – 30 g slurry masukan
kedalam labu dengan takaran 100 ml dan tambahkan aquades sampai tanda.
b. Ambil 5 – 25 ml
fitrat denan pipet dan masukan ke dalam Erlenmeyer 125 ml. Tambah 2 ml amilum 1
% (soluble starch) dan tambahkan 20 ml aquades.
c.
Kemudian titrasi
dengan 0,01 N standart yodium.
d. Perhitungan :
1 ml o,o1 N yodium = 0,88 mg asam askorbat.
Langganan:
Postingan (Atom)




























