Jumat, 31 Oktober 2014

Gula



Gula untuk industri-industri makanan biasanya digunakan sukrosa dalam bentuk kristal dan dalam jumlah yang banyak digunakan dalam bentuk cairan sukrosa (sirup). Pada pembuatan sirup gula pasir (sukrosa) dilarutkan dalam air dan dipanaskan, sebagian sukrusa akan terurai menjadi glukosa dan sukrosa disebut gula invert. (Desrosier, N.W, 1988).

Apabila gula ditambahkan kedalam bahan makanan dalam konsentrasi yang tinggi (paling sedikit 49%) padatan terlarut sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktifitas air (aw) dari produk. Sedangkan konsentrasi mencapai (65%) gula, menyebabkan sel-sel mikroorganisme yang terdapat dalam bahan pangan akan mengalami dehidrasi atau plasmolisis. (Buckle, K.A, 1987).

Mekanisme gula sebagai bahan pengawet yaitu menghasilkan tekanan osmosis yang tinggi sehingga cairan sel mikroorganisme terserap keluar, akibatnya menghambat sitoplasma menurun sehingga menjadi plasmosilis yang menyebabkan kematian sel. (Winarno, 1983).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar