Daun asam biasanya
digunakan sebagai sebagai bumbu masak, bahan obat-obatan dan kosmetika. Karena
mengandung sitekxin dan orietin tanin. Bunga
tanaman asam merupakan sumber madu yang penting bagi pengembangan budidaya
madu. Karena pada bunga asam mengandung karbohidrat, asam amino, mineral dan
enzim.
Daging buah asam (pulp) dapat dimanfaatkan sebagai bumbu
masakan, dan campuran obat-obatan. Dan dalam industri minuman diantaranya es
krim, selai, manisan atau gula-gula, sirup, dan obat tradisional (jamu). Daging
buah asam dapat juga dipakai untuk membersihkan kepala (rambut) serta
barang-barang perak dan tembaga. Karena dalam daging buahnya mengandung tamin
yang bersifat mengikat logam.
Biji asam dapat digiling sebagai makanan ternak, apabila
diolah biji asam dapat menghasilkan pektin murni. Pektin murni merupakan
segolongan logam polimer yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat. Kayu asam dapat dimanfaatkan untuk kerajinan, hiasan,
sarung keris dan untuk pembuatan perahu. Tanaman asam cocok dikembangkan di kawasan Timur
Indonesia dengan tipe iklim basah dan kering,
(tipe C, D, E atau F) dan musim
kemarau panjang (antara 4-9 bulan). Daerah yang termasuk zona iklim E dan F
antara lain Sulawesi, Nusa Tenggara
Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman asam cocok
ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian (elevasi) 150 m dpl, dengan curah hujan 1.500-2.000 mm per tahun dan terdapat 5-6
bulan curah hujan, serta cukup mendapat sinar matahari atau
tempat terbuka
(Nancy MarthaSuta.2000).
Sirup asam merupakan salah satu bentuk olahan
sebagai bahan minuman yang memiliki kadar gula yang dipadukan dengan sari
daging asam. Pembuatan sirup asam cukup
sederhana dan harganya murah serta keuntungan
yang besar jika dikelola
secara baik dan benar. Sirup asam sangat penting bagi kesehatan tubuh karena
dapat mencegah panas dalam, melancarkan bab, melancarkan peredaran darah, dan mengobati
radang tenggorokan. Nilai gizi yang terkandung dalam sirup asam diantaranya
Vitamin C. (Atjung.1981).
Efek dari lama penyimpanan terhadap kualitas sirup asam
adalah terjadinya perubahan warna dan rasa. Sirup sangat rentan terhadap suhu
penyimpanan, konsentrasi CO2 serta konsentrasi gula sebagai bahan pengawet.
Biasanya lama penyimpanan sirup berlangsung selama dua bulan.
Vitamin C adalah salah
satu vitamin yang mudah larut dalam air,
Vitamin C dalam bentuk kimia aslinya, jika kering akan benar-benar
stabil akan tetapi dalam bentuk larutan, seperti halnya dengan Vitamin C dalam
bahan pangan, bahan tersebut adalah paling tidak stabil dibandingkan dengan zat
gizi lainya. Vitamin C mudah rusak jika dibiarkan terkena udara, panas, tembaga
atau alkali. dan semakin tinggi konsentrasi co2 dalam ruangan
penyimpanan, maka Vitamin C hilang semakin banyak. (Suharjo Dkk.2006).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar