Rabu, 29 Oktober 2014

Manfaat Dan Kegunaan Tanaman Asam

      Daun asam biasanya digunakan sebagai sebagai bumbu masak, bahan obat-obatan dan kosmetika. Karena mengandung  sitekxin dan orietin tanin. Bunga tanaman asam merupakan sumber madu yang penting bagi pengembangan budidaya madu. Karena pada bunga asam mengandung karbohidrat, asam amino, mineral dan enzim.

Daging buah asam (pulp) dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, dan campuran obat-obatan. Dan dalam industri minuman diantaranya es krim, selai, manisan atau gula-gula, sirup, dan obat tradisional (jamu). Daging buah asam dapat juga dipakai untuk membersihkan kepala (rambut) serta barang-barang perak dan tembaga. Karena dalam daging buahnya mengandung tamin yang bersifat mengikat logam.
Biji asam dapat digiling sebagai makanan ternak, apabila diolah biji asam dapat menghasilkan pektin murni. Pektin murni merupakan segolongan logam polimer yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat. Kayu asam dapat dimanfaatkan untuk kerajinan, hiasan, sarung keris dan untuk pembuatan perahu. Tanaman asam cocok dikembangkan di kawasan Timur Indonesia dengan tipe iklim basah dan kering,  (tipe C, D, E atau F) dan musim kemarau panjang  (antara 4-9 bulan).  Daerah yang termasuk zona iklim E dan F antara lain Sulawesi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman asam cocok ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian (elevasi) 150 m dpl, dengan curah hujan  1.500-2.000 mm per tahun dan terdapat 5-6 bulan curah hujan, serta cukup mendapat sinar matahari  atau tempat terbuka (Nancy MarthaSuta.2000).

       Kabupaten Sikka merupakan salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, yang memilki populasi tanaman asam yang cukup banyak. Pemanfaatan asam di kabupaten Sikka masih sangat minim, kebanyakan asam dijual dalam bentuk glondongan (setengah jadi). Dan kebanyakan diolah menjadi manisan saja. Padahal buah asam dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk olahan seperti selai asam, sirup asam dan masih banyak lainnya. 
 
Sirup asam merupakan salah satu bentuk olahan sebagai bahan minuman yang memiliki kadar gula yang dipadukan dengan sari daging asam.  Pembuatan sirup asam cukup sederhana dan harganya murah serta keuntungan yang  besar jika dikelola secara baik dan benar. Sirup asam sangat penting bagi kesehatan tubuh karena dapat mencegah panas dalam, melancarkan bab,  melancarkan peredaran darah, dan mengobati radang tenggorokan. Nilai gizi  yang terkandung dalam sirup asam diantaranya Vitamin C. (Atjung.1981).

Efek dari lama penyimpanan terhadap kualitas sirup asam adalah terjadinya perubahan warna dan rasa. Sirup sangat rentan terhadap suhu penyimpanan, konsentrasi CO2 serta konsentrasi gula sebagai bahan pengawet. Biasanya lama penyimpanan sirup berlangsung selama dua bulan.
Vitamin C adalah salah satu vitamin yang mudah larut dalam air,  Vitamin C dalam bentuk kimia aslinya, jika kering akan benar-benar stabil akan tetapi dalam bentuk larutan, seperti halnya dengan Vitamin C dalam bahan pangan, bahan tersebut adalah paling tidak stabil dibandingkan dengan zat gizi lainya. Vitamin C mudah rusak jika dibiarkan terkena udara, panas, tembaga atau alkali. dan semakin tinggi konsentrasi co2 dalam ruangan penyimpanan, maka Vitamin C hilang semakin banyak. (Suharjo Dkk.2006).     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar