Vitamin C dapat berbentuk sebagai
asam L-askorbat dan L-dehidroaskorbat.
Keduanya mempunyai keaktifan sebagai Vitamin C. Asam askorbat sangat mudah
teroksidasi secara reversibel menjadi asam L-dehidroaskorbat yang secara kimia
sangat labil dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulonat yang tidak memiliki
keaktifan vitamin
C lagi. Secara
kimiawi sifat Vitamin C adalah Gugus hidroksil
pada atom C nomor 3 dan Ph vitamin C tergolong asam. . (Winarno, 1992).
Pada umumnya buah merupakan sumber vitamin C yang sangat penting, sehingga
stabilitas vitamin C dalam pengolahan dan penyimpanan buah serta hasil
pengolahan merupakan masalah yang paling penting diperhatikan.
Dalam pengolahan dan penyimpanan
sering terjadi kehilangan kandungan vitamin C karena vitamin C tidak tahan
terhadap panas dan mudah teroksidasi. Asam askorbat sangat stabil dalam keadaan
tanpa air, tetapi dalam keadaan air, oksigen dan bahan pengoksidasi lainnya maka asam
askorbat dapat menjadi sangat labil (Hulme,1977).
Vitamin C adalah vitamin yang mudah
rusak karena oksidasi terutama pada suhu tinggi dan merupakan vitamin yang mudah hilang
selama penyimpan dan pengolahan (Winarno, 1992).
Kerusakan vitamin C selama
penyimpanan sirup akibat adanya oksigen yang terdapat pada head space sewaktu pembotolan atau pengalengan. Pengalengan buah-buahan dapat juga
menyebabkan kehilangan vitamin C. Kehilangan asam askorbat bisa bervariasi,
yaitu 0,4 – 0,76%. (Hulme, A.C, 1997).
Kandungan asam askorbat selama
penyimpanan akan mengalami penurunan pada suhu penyimpanan yang tinggi. (Pantastico, 1989).
Dari semua vitamin yang ada, vitamin C merupakan vitamin
yang paling mudah rusak. Disamping sangat larut dalam air , vitamin C mudah
teroksidasi dan proses tersebut dipercepat oleh panas, sinar, alkali, enzim,
serta tembaga dan besi. Oksidasi akan terhambat bila vitamin C dibiarkan dalam
keadaan asam, atau pada suhu rendah.(Winarno, 1992).
Efektivitas dan penghambat pertumbuhan mikroba salah satunya
dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pengawet, sehingga dapat menghambat
aktivitas mikroorganisme dalam menghasilkan enzim oksidasi yang dapat merusak
vitamin C.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar